#UPDATE 18/07/18 : puitisnya aku 1 Januari 2016

hampa?

badan terombang ambing
terbawa hembusan angin
berjalan perlahan
tanpa pikiran
menutup mata
dengan hati hampa

terjatuh
menghadap langit
tanpa bintang
kemanakah engkau bintang?
bersembunyi
dibalik kesedihan ini

berbaring diatas rumput
menatap kosongnya langit
pikiran kosong
hati hampa
rambut hanya mengikuti alunan
angin yang berhembus

air mata terurai
tak bisa berhenti
pipi yang lembut
kini menjadi lengket akan air mata
wajah yang segar
berubah menjadi
kusut ternodai

sakit yang diderita
seketika menghilang
begitu saja
perasaan yang baik
menjadi tidak dimerngerti
hati akan selalu kosong
hampa

segala masalah
terasa sangat sakit
segala ucapan
membuatku tuli

seluruhnya
telah mengeluarkan
segala isi tubuhku ini
semua kebahagiaanku hilang
semua perasaanku hilang
semua ilmu ku mulai mengikis
semua isi tubuhku menghilang
ku merasa hampa
merasa rangka tanpa organ
hatiku?
tak perlu ditanyakan lagi
hatiku hampa penuh noda

you will come to me later right? i wish
perasaan lama, mulai datang lagi
tolong mudahkan aku
mencerna pikiran ini
dengan tenang