Assalamualaikum Wr.Wb. 

[fresh graduated issue]

yeah lulus gaes!! fresh graduated nich. bukan aku '-' tapi teman-teman ku. Aku? gausah ditanya ya aku sudah bekerja sejak jaman covid. tapi aku gemez deh sama teman-teman ku yang posisinya baru saja lulus alias fresh graduated ya. 

Satu, sombong.

perasaan yang muncul pada saat lulus S1 / D3 / D4 yaitu "nih gue udah lulus nih, saatnya kerja di tempat keren, gaji gede, bisa nabung buat rumah-nikah-bantu keluarga". pleaseee banyak sarjana diluar sana yang mengganggur karna hal ini, sombong. 

satu waktu aku bertemu teman teman kuliah. dimana ada yang sudah lulus, belum lulus, sudah bekerja, dan belum bekerja. pada pertemuan awal, aku hanya diam senang mendengarkan keluh kesah teman temanku yang terkadang aku beri rekomendasi. tapiiii, pertemuan selanjutnya dan berkali kali kami bertemu aku menyadari sesuatu. adanya sifat sombong seorang freshgraduated. 

"aku tuh ada lowongan di A tapi gajinya cuma 3juta coba, mana jobdesknya pattern maker susah kan. harusnya 4 atau 5 jtan ga sih? umr kota A berapa sih, jauh" mendengar itu --> seketika aku ngefreeze, karna aku memiliki gaji 2jt-an dengan jobdesk lebih dari 3 posisi. mmm aku terlalu malu untuk menanggapi, dan bingung. apakah aku sebodoh itu diposisi ini aku bekerja?

"kalo kerja jobdesknya X itu harusnya gajinya 4jt-an tauu, kalo jobdesknya Y itu baru 3jt-an" aku tidak tau apakah informasi tersebut benar atau tidak, karena semua org di pertemuan ini belum satupun memiliki pengalaman kerja haha 

"ih ogah banget gaji segitu, kita kan lulusan s1 emang kata buruh" sedang membicarakan pembicaraan gaji 2jt-an dan aku hanya bisa iyaiya saja karna itu gaji gue cuyy

"ih pengen deh ya kerja di TV di jakarta, keren banget kayanya. mana umr jakarta gede" kenyataannya saat ini beberapa teman satu kampus & luar kampus berlomba-lomba daftar lowongan wardrobe/stylish di tv daaaaan hanya hitungan jari jumlah temanku yang diterima disana. apa yang diomongkan tidak semudah itu, aku tau semua teman temanku sangat berjuang ingin di posisi itu. 

percakapan diatas merupakan cuplikan kata kata dari sejumlah pertemuan bersama teman-teman ku dari berbagai tempat. 

Dua, gengsi.

memang kenapa sih kalo gaji kecil? kita kan fresh graduated, ga punya pengalaman juga. baru juga lulus pengennya kerja gaji gede dan ditempat keren. kenapa harus gengsi sama teman kita yang udah sukses di umur kita? definisi sukses tiap orang beda-beda juga. rejeki sudah diatur Allah swt, ada yang harus merintis dari 0, ada yang sukses sekarang nantinya melarat, ada yang sukses gaji gedenya nanti di umur 30-an, WE NEVER KNOW. plisss gaesss, sabar. 

ngikutin gengsi cape asli. aku pernah iri sama orang, gengsi, pengen nyoba di posisi dia. ga enak asli, karna ga cocok sama diri sendiri. BE YOUR SELF, WHAT DO YOU NEED. 

bikin tujuan hidup sendiri aja coba.

kalo gengsinya itu bermula dari keluarga, harus extra komunikasi dengan baik dengan mereka. THATS NOT WHAT I WANT, THATS NOT WHAT I NEED. we have own way to reach! diskusi lebih santui bersama keluarga apa yang bisa diambil jadi jalan tengahnya. aku ga tau  pantas atau tidak bicara seperti ini, but i tried.

Tiga, galau.

pengennya di kantor A, kantor B, tempat C, perusahaan D. 

terus apply diberbagai perusahaan pakai jobstreet/linkedin, nunggu balasan dan interview.

fresh graduated tuh cukup picky masalah milih tempat kerjaan. gajinya gimana? tempatnya enak ga? kerjanya santai ga? aku udah angkat tangan sama teman-temanku yang picky banget milih kerjaan. dalam hati "SITU PUNYA PENGALAMAN KERJA APA? organisasi doang?". Emang sih waktu kuliah diiming iming aktif organisasi bakalan gampang dapet kerjaan. NOT ALWAYS. semua tergantung skill yang diambil. CONTOH SAYE : aku aktif organisasi legislatif dan olahraga di kampus, then aku kerja di bidang fashion. apakah terpakai pengalaman ku di organisasi?? TENTU SAJA TIDAK HAHAHA. hanya beberapa skill saja yang terpakai, seperti skill design grafis, multitasking dan public speaking yang bisa dipakai saat aku bekerja sekarang. 

berbulan bulan terus apply sana sini, nungguin yang pas aja katanya. jadi pengacara berbulan bulan, Pengangguran Banyak Acara karna galau, curhat sana sini yang sesama fresh graduated. ga make sense banget sumpah. sama sama sombong dan gengsian dong. apalagi kalo kita punya circle pertemanan yang uwaaah mevvah.

Empat, apa adanya.

and then, biasanya kalo para fresh graduated terlalu lama galau nyari kerjaan. milih kerja apa aja yang penting menghasilkan. 

ga enak sama keluarga, jadi beban katanya.

ga bisa main, ga punya duit katanya.

ga bisa meraih ini itu, tak ada sumber cuan. 

KESOMBONGAN, KEGENGSIAN, KEGALAUAN runtuh menjadi apa adanya. 

in my opinion inimah yah (meuni sunda pisan haha) kenapa banyak sarjana menganggur itu, ya karna hal hal diatas. endingnya "gapapa jadi pegawai supermarket, yang penting UMR", "gapapa kerja serabutan, yang penting ada pemasukan". dan itu juga alasan mengapa banyak yang kerja tidak sesuai jurusan nya. semuanya back to passion tiap orang. 

.

.

jujur dulu lelah banget menanggapi banyak teman yang keluh kesah mengenai hal-hal diatas. short story aku sudah kerja freelance sejak pertengahan semester kuliah. dari situ aku tidak mempermasalahkan berapapun upah atau gaji yang aku dapat. kalo diingat itu antara 50rb/hari(kerja), 30-75rb/baju, 50-100rb (jaga stand event). paling kerja 2 minggu, atau beberapa hari. dan tidak tiap bulan aku bekerja karena aku masih kuliah. di posisi itu aku tidak mempermasalahkan karena itu hanya menjadi tambahan aku saja, berhubung masih dikasih uang sama orang tua.

tapi tentunya beda kondisinya kalau sudah fresh graduated. aku sadar, bahwa ternyata banyak ya kebutuhan mandiri untuk menjadi orang dewasa >,< posisi aku bekerja full time saat fresh graduated (mulai sejak semester 8) untuk kebutuhan pokok mencukupi. tapi untuk hal hal sekunder seperti main, healing, belanja ini itu TIDAKLAH CUKUP hahaha. tapi inti dari bekerja kan bisa menghidupi diri sendiri dalam kebutuhan primer. tidak menyusahkan orangtua tentunya. 

orangtua mengajariku belajar dari 0. tidak mempermasalahkan gajiku yang kecil ini. "ga ada baru luilus langsung dapet gaji 2 digit, kecuali di perusahaan keluarganya sendiri" ada aja sih, tapi tidak jarang yang mendapatkan rezeki sehebat itu di posisi fresh graduated. semua akan berubah dengan sendirinya. tahap demi tahap meningkat apabila memang diri kita juga berkembang . dan bener aja, tiap 2 bulan selama aku bekerja gajiku selalu bertambah nominalnya. bahkan di bulan bulan terakhir mau resign ini, aku diberi gaji mingguan (TAMBAHAN YUHUU). yang pada awalnya 2jt-an bisa menjadi 3jt dalam setahun. 

Wejangan orangtua selanjutnya yaitu "jadi tau apa yang karyawan bawah rasakan kan?? baik buruknya bagaimana. nanti suatu saat odiv di posisi atas tau apa yang harus dilakukan, tidak mau membuat bawahan odiv seperti odiv dulu. baiknya diambil, buruknya jangan dicontoh" terlebih lagi aku melakukan jobdesk sebanyak uwaw pokoknya (setara dengan 3 posisi jobdesk berbeda) aku jadi tau bagaimana pekerjaan di berbagai posisi padahal aku kerja pada satu tempat haha. 

pekerjaan pertama setelah freshgraduated adalah pekerjaan untuk menambah pengalaman. karena untuk melamar kerja di tempat selanjutnya yang mana perusahaan besar dengan gaji besar, minimal pengalaman kerja diatas 2 tahun dan harus ahli dibidangnya. fresh graduated bisa aja dalam ilmu teori menguasai, tapi dalam praktik? sosial di tempat kerja? bagaimana? TIDAK PUNYA PENGALAMAN.

.

So for Fresh Graduated people! 

sabar dan belajar bekerja dari bawah. 

mau loncat? punya orang dalam? silahkan diri kalian sendiri yang merasakan perbedaannya. 


Wassalamualaikum Wr.Wb

See u On Top,

Odivaazzahra.