Assalamualaikum Wr. Wb

Heyho.. heyho.. heyhoooo..

Widiiih salah kaprah nih. Jangan mentang mentang judulnya moving on mengartikan saya move on sama mantan saya dong. Jangan pandang saya sebelah mata. Mantan? Udah lah beda bahasan lagi kalo nulis tentang itu. Lagian dia sudah tak peduli saya, untuk apa saya peduli padanya.

Moving on kali ini adalah  berpindahnya kehidupan kelam (remaja) saya menuju kehidupan dewasa saya. Saya mengetahui bahwa kehidupan dewasa tidak lah mudah. Tetapi, mulai sekarang saya akan berusaha mencari tahu apa saja yang saya perlukan untuk mempersiapkan masa depan.

Menemukan hoby yang tepat dan cocok untuk saya dewasa nanti. Menulis, itulah hoby saya. Apapun kejadiannya, apapun ceritanya, saya senang menulis. Bisa sharing tentang suatu kejadian, bisa menceritakan spoiler sebuah film, atau menulis mengarang. Menulis bagiku adalah segalanya. Hampir separuh akhir pekanku, diisi dengan menulis. Walaupun tidak selalu  dishare di media, saya selalu menulis. Ada kalanya saya mengganggu orangtua yang sedang streaming, demi menulis. Hahahaha maafkan saya, saya tahu saya tidak sopan, tapi saya selalu berlaku keras demi menulis. Setiap akhir pekan, dimulai terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari saya melakukan agenda rutin saya. Saya mengikuti ta’lim, latihan pramuka, rapat kepengurusan atau terkadang datang ke kajian kajian islam(jarang). Pokoknya, saya duduk manis dirumah berpacaran dengan laptop untuk menulis itu mulai malam hari setelah sholat isya. Dimulai dari situlah saya menulis, hingga larut malam, dan tak jarang sampai adzan subuh hehe. Entah mengapa, menulis itu seperti pasangan hidup saya di masa remaja ini. Ehm menuju dewasa sih karena saya sudah menginjak 17 tahun lebih.

Manajemen waktu, sering saya lakukan. Dengan saya mengatur dan menata seluruh kegiatan yang harus saya ikuti, saya akan lebih efisien memanfaatkan waktu sebaik – baiknya.  Huft… menjadi pengurus suatu organisasi cukup sibuk, dan belum lagi harus mengurus anggota yang ditinggal pergi ketuanya sehingga saya harus turun tangan sendiri berkali kali. JUJUR, mulai kelas 2 sma ini, manajemen waktu saya amburadul sekali hahaha.. padahal saya sudah mencatat apa saja yang harus saya lakukan setiap harinya. Tapi, selalu ada satu hal yang ditinggalkan tiap harinya. Biasanya itu adalah hal yang menurut saya memiliki prioritas yang kurang penting. Cukup amburadul, tapi masih tertata sedikit rapi.  Apabila manajemen waktu saya hancur berantakan 3hari berturut – turut hingga membuat saya terpikirkan terus, biasanya saya akan terkena stress berat sampai demam tinggi.

Duh persiapan masa depan saya dewasa nanti, baru sampai disini saja.

Tuh kan, pikiran saya masih pendek kan guys? Belum cukup dewasa untuk melanjutkan hidup.

Butuh masukan untuk merancang masa depan.

Butuh masukan untuk dewasa.

Maaf kalo pos ini, terkesan kurang menarik. Cuma sharing doang..




Wassalamualaikum Wr. Wb.

Tertanda, Odivaazzahra

Yang belum siap dewasa:’)